Cloudflare sebagai Online Server
Cloudflare adalah online server berbasis cloud yang memungkinkan menjalankan backend aplikasi tanpa menggunakan VPS, tanpa instalasi sistem operasi, dan tanpa pengelolaan server fisik.
Cloudflare bekerja dengan konsep serverless, di mana kode backend dijalankan langsung di jaringan global Cloudflare (edge network).
Mengapa Cloudflare Disebut Online Server?
- Backend selalu online tanpa server fisik
- Auto scaling (menyesuaikan trafik otomatis)
- Latency rendah karena berjalan di edge global
- Tidak perlu SSH, cPanel, atau manajemen OS
- Keamanan bawaan (SSL, DDoS protection)
Komponen Cloudflare sebagai Online Server
Workers
- Menjalankan kode backend (API, logic server)
- Menggantikan server Node.js / PHP kecil
- Menghasilkan URL backend online
D1
- Database SQL ringan berbasis cloud
- Menyimpan data aplikasi
KV Storage
- Penyimpanan key–value super cepat
- Cocok untuk cache dan konfigurasi
R2 Storage
- Penyimpanan file (gambar, video, dokumen)
- Biaya transfer data sangat rendah
Durable Objects
- Menyimpan state di server
- Cocok untuk counter, session, dan logic realtime ringan
Alur Kerja Cloudflare sebagai Online Server
User / Website / Blogger
↓
Cloudflare Edge Network
↓
Workers (Backend Logic)
↓
D1 / KV / R2 (Data & Storage)
Kegunaan Cloudflare Online Server
- Backend API
- Server untuk Blogger / static website
- Form handler
- Logging & analytics ringan
- Authentication sederhana
- Microservice
Kesimpulan
Cloudflare adalah online server tanpa server. Cukup deploy kode backend, Cloudflare akan menjalankannya secara global, aman, dan selalu online tanpa perlu mengelola infrastruktur.
Comments