Skip to main content

Zip2 MAP

ChatGPT

Mapping & GIS Technology pada Zip2 (Elon Musk)

Zip2 (1995–1999) merupakan salah satu pelopor web-based mapping dan Geographic Information System (GIS) sebelum era Google Maps. Teknologi yang digunakan masih sangat terbatas, namun revolusioner pada masanya.


1. Konteks Teknologi GIS Era Zip2

  • Belum ada Google Maps atau Web GIS modern
  • GIS umumnya digunakan oleh militer dan enterprise
  • Peta digital bersifat offline atau desktop-based

Zip2 menjadi salah satu sistem awal yang membawa peta digital ke browser web.


2. Sumber Data Peta

  • Data GIS komersial (vendor seperti NavTech / Tele Atlas generasi awal)
  • Data berupa jalan, blok kota, dan batas wilayah
  • Format data: vector GIS

Data peta disimpan secara lokal di server dan diperbarui secara berkala (bulanan atau tahunan).


3. Proses Geocoding (Alamat ke Koordinat)

  1. User memasukkan alamat atau nama bisnis
  2. Sistem mencocokkan nama jalan, nomor, kota, dan ZIP code
  3. Server menghitung koordinat latitude dan longitude

Seluruh proses geocoding dilakukan di sisi server menggunakan bahasa C/C++, tanpa cache atau API modern.


4. Rendering Peta (Server-Side)

Zip2 tidak menggunakan peta interaktif. Semua peta dirender di server.

GIS Vector Data

      ↓

Server Rendering Engine

      ↓

Raster Image (GIF / PNG)

      ↓

HTML Page

  • Peta berupa gambar statis
  • Zoom dan pan memerlukan reload halaman
  • Setiap permintaan user memicu proses render ulang

5. Image Map (Area Klik)

Zip2 memanfaatkan HTML Image Map untuk membuat area tertentu pada peta dapat diklik.

  • Ikon bisnis dipetakan ke koordinat gambar
  • Klik ikon menampilkan detail bisnis
  • Akurasi terbatas dan bersifat statis

6. Overlay Data Bisnis

  1. Alamat bisnis di-geocode menjadi koordinat
  2. Koordinat diplot ke peta
  3. Ikon bisnis digambar langsung ke gambar peta

Overlay ini tidak menggunakan layer terpisah, melainkan digabung menjadi satu gambar raster final.


7. Skalabilitas dan Performa

  • Rendering peta sangat berat di CPU
  • RAM dan bandwidth terbatas
  • Tidak ada CDN, tile map, atau auto-scaling

Ketika trafik meningkat, server Zip2 mudah mengalami overload.


8. Keterbatasan GIS Zip2

Fitur Status
Interaktif drag & zoom Tidak ada
Routing & navigasi Tidak ada
Traffic real-time Tidak ada
Satellite imagery Tidak ada

9. Nilai Inovasi Zip2

Meskipun terbatas, Zip2 berhasil menggabungkan:

  • Direktori bisnis lokal
  • Geocoding alamat
  • Visualisasi lokasi di web

Teknologi ini menjadi fondasi awal bagi evolusi Web Mapping modern seperti Google Maps.


Kesimpulan:
Zip2 menggunakan teknologi GIS generasi awal dengan server-side raster map rendering dan geocoding statis, menjadikannya pelopor Web GIS sebelum web siap untuk peta interaktif.




Konsep Coding Zip2: Alamat Rumah (Buku Telepon) ke Alamat Tujuan pada Peta Statis

Penjelasan berikut adalah penulisan ulang lengkap alur teknis ala Zip2, dengan penegasan ulang bahwa sistem ini TIDAK MELAKUKAN ROUTING. Zip2 hanya menampilkan posisi awal dan posisi akhir pada peta statis.


1. Alamat Awal: Rumah dari Buku Telepon

Alamat awal berasal dari buku telepon (phonebook), yang berarti alamat tersebut:

  • Sudah terdaftar secara resmi
  • Disimpan sebagai data statis
  • Tidak berasal dari GPS atau pelacakan real-time
TABLE phonebook_address

- name

- street

- house_number

- city

- zip_code

Zip2 membaca alamat rumah langsung dari database ini.


2. Geocoding Alamat Rumah (Titik Awal)

Alamat rumah diubah menjadi koordinat melalui proses server-side geocoding.

// Pseudocode konseptual (gaya C/C++)

Address home = loadFromPhonebook(user_id);

Coordinates startPoint = geocode(

  home.street,

  home.house_number,

  home.city,

  home.zip_code

);

Hasil proses ini adalah latitude dan longitude yang bersifat tetap.


3. Alamat Tujuan (Titik Akhir)

Alamat tujuan dipilih dari:

  • Direktori bisnis Zip2, atau
  • Input alamat manual oleh pengguna
Address destination = {

  street: "Main Street",

  house_number: "88",

  city: "San Jose",

  zip_code: "95112"

};

Alamat tujuan juga masih berupa data teks.


4. Geocoding Alamat Tujuan

Coordinates endPoint = geocode(

  destination.street,

  destination.house_number,

  destination.city,

  destination.zip_code

);

Pada tahap ini sistem hanya mengetahui:

  • Titik awal (rumah)
  • Titik akhir (tujuan)

Belum dan tidak akan ada perhitungan jalur jalan. alert! questionable statement


5. Rendering Peta Statis di Server

Zip2 menggunakan peta berbentuk gambar raster yang sepenuhnya dirender di sisi server.

MapImage map = renderStaticMap(

  center = midpoint(startPoint, endPoint),

  zoom = fixed_level

);

Output peta berupa file gambar (GIF atau PNG).


6. Overlay Titik Awal dan Titik Akhir

Titik rumah dan tujuan digambar langsung ke peta sebagai ikon.

drawIcon(map, startPoint, "home_icon");

drawIcon(map, endPoint, "destination_icon");

Setelah proses ini selesai, peta menjadi satu gambar final.


7. TIDAK ADA ROUTING *perlu utk dikonfirmasi ulang

alert! Questionable Section

Zip2 TIDAK melakukan routing.

Secara teknis, sistem ini:

  • Tidak menghitung jalur antar jalan
  • Tidak menggambar garis rute
  • Tidak memberikan instruksi belok
  • Tidak menghitung jarak tempuh
  • Tidak menghitung estimasi waktu

Yang ditampilkan hanya:

  • Lokasi rumah sebagai titik awal
  • Lokasi tujuan sebagai titik akhir
  • Hubungan visual keduanya pada peta statis

Dengan kata lain:

Start Point + End Point ≠ Navigation

Start Point + End Point = Visual Location Only


8. Output ke Browser

<img src="static_map_home_to_destination.png"

     alt="Peta Statis Rumah ke Tujuan" />

Jika pengguna ingin memperbesar atau menggeser peta:

  • Browser mengirim request baru
  • Server merender ulang gambar peta

9. Ringkasan Alur Coding

Alamat Rumah (Buku Telepon)

          ↓

     Geocoding Server

          ↓

   Koordinat Awal (Statis)

Alamat Tujuan

          ↓

     Geocoding Server

          ↓

   Koordinat Akhir (Statis)

Awal + Akhir

          ↓

 Rendering Peta Statis

          ↓

   Gambar Raster Final


Kesimpulan Akhir:
Zip2 memperlakukan alamat rumah dan alamat tujuan sebagai dua titik statis. Secara coding, sistem hanya melakukan:

  • Pengambilan alamat
  • Geocoding
  • Rendering peta
  • Overlay ikon

Tidak ada routing, tidak ada navigasi, dan tidak ada perhitungan jalur. (alert! Questionable Statement)

Comments

Popular posts from this blog

PART 0.1.0 RAD PROTOTYPE Web-App: Post-Video & Comments [program]

Video List — JP Kanji Ultra Translation CONTROL SECTION — Login (Admin) Username: Password: Login CONTROL SECTION — Admin Panel Enable Comments Disable Comments Logout Activity Log Show Video COMMENTS DISABLED BY ADMIN Leave a Comment: Additional Comment Show Video COMMENTS DISABLED BY ADMIN Leave a Comment: Additional Comment Show Video COMMENTS DISABLED BY ADMIN Leave a Comment: Additional Comment Show Video COMMENTS DISABLED BY ADMIN Leave a Comment: Additional Comment

My Pending and Delayed POSTs SUMMARY [APPs]
MADE by ChatGPT

🔗 My Pending and Delayed POSTs SUMMARY Sort by Date Sort by Auto Title Sort by My Title Ascending Descending (Newest First) Insert URL: Your Own Title (Optional): Status: Pending Done ➕ ADD ENTRY 💾 SAVE EDIT (MAIN FORM) DATE / TIME AUTO TITLE MY TITLE STATUS URL ACTIONS 📝 TO DO LIST SUMMARY Sort by Date Sort by Header Sort by Detail ...

Tablet Holder di Mobil dan Konsep DOUBLE Tablet Holder aka +secondary supporting holder

Gw udah pasang Holder khusus Tablet yg menurut gw sudah pilihan terbaik! Karena memiliki Arm KERAS/RIGID yg dibutuhkan utk menggenggam ERAT Dalam hal menopang Tablet yg lebih berat dr HP biasa Cekidot Lapak (click here!!) Namun .. Setelah gw pasang Bukan tidak bagus Tapi kalau melewati jalan jelek GOYANG (sikit) juga Gan! Akan tetapi .... Gw rasa bisa makin dimaksimalkan KERIGIDAN dengan menambah PENOPANG KEDUA Check it out: Dari searching2 di MarketPlace Gw ketemu yg mirip holder lampu belajar zaman doeloe Dan .. namun .. tiba2 gw menemukan Ide (lanjutan) Mekanisme yg bisa diReApplied kalau suatu saat diperlukan di Kreasi Agan2 lain  Gunakan Kombo 2 Perangkat berikut apabila membutuhkan holdingan tablet tambahan yg memiliki  "hold area"  yg lebih sempit karena holder kedua "takutnya/dirasa" tidak akan muat utk menggenggam Tablet sebagai penopang kedua, sebagai akibat holder pertama/utama sudah "cukup banyak" memakan tempat Perangkat Pertama (kon...