- Get link
- X
- Other Apps
Ya, tubuh manusia benar-benar memancarkan cahaya, tetapi cahaya tersebut berada di luar spektrum yang dapat dilihat oleh mata manusia.
- Biopoton (Ultra-weak Photon Emission): Sel-sel di dalam tubuh manusia secara alami menghasilkan partikel cahaya (foton) sebagai produk sampingan dari reaksi biokimia metabolisme seluler, khususnya proses oksidasi yang melibatkan radikal bebas.
- Spektrum Inframerah: Sebagian besar cahaya yang dikeluarkan tubuh berbentuk radiasi inframerah (panas) karena suhu tubuh kita.
- Intensitas Rendah: Intensitas cahaya tampak yang dipancarkan tubuh sekitar 1.000 kali lebih lemah daripada tingkat sensitivitas mata manusia untuk dapat melihatnya dalam gelap.
Meskipun tidak terlihat secara kasat mata, fenomena ini dapat didokumentasikan dan diukur menggunakan kamera Charge-Coupled Device (CCD) yang sangat sensitif terhadap cahaya ultra-lemah.
Dalam sains, cahaya yang dipancarkan oleh tubuh manusia secara spesifik dikenal dengan istilah Biopoton (Biophoton), atau dalam literatur ilmiah yang lebih luas sering disebut sebagai Ultra-weak Photon Emission (UPE) atau Emisi Foton Ultra-Lemah.
- Biopoton: Foton dari spektrum optik hingga ultraviolet yang dipancarkan oleh sistem biologis hidup tanpa rangsangan eksternal buatan (tanpa bioluminesensi seperti pada kunang-kunang).
- Radiasi Termal (Inframerah): Istilah untuk emisi gelombang elektromagnetik termal yang dipancarkan akibat suhu tubuh, yang juga merupakan bagian dari spektrum cahaya tak kasat mata.
- Asal Usul Biokimia: Biopoton dihasilkan secara alami dari proses metabolisme seluler, terutama selama reaksi oksidasi (peroksidasi lipid dan protein) yang melibatkan spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species / ROS) di dalam mitokondria.
- Karakteristik Spektrum: Emisi ini mencakup rentang panjang gelombang yang luas, mulai dari spektrum ultraviolet dekat (sekitar 200 nm) hingga cahaya tampak dan inframerah dekat (hingga sekitar 800 nm).
- Fungsi dan Signifikansi: Meskipun intensitasnya sangat rendah (berkisar antara beberapa hingga beberapa ratus foton per sentimeter persegi per detik), para peneliti mempelajari UPE sebagai penanda non-invasif untuk stres oksidatif, kesehatan sel, dan metabolisme tubuh secara real-time.
Comments