- Get link
- X
- Other Apps
METRICS Penilaian Bukti dengan Template BRIDGE
Dalam penilaian bukti, skor 0–5 sebaiknya tidak diberikan hanya berdasarkan kesan umum. Diperlukan BRIDGE, yaitu jembatan analitis yang menghubungkan indikator faktual dengan interpretasi skor.
Dengan BRIDGE, penilaian menjadi lebih terstruktur: apa yang terlihat di lapangan → bagaimana dinilai → mengapa memperoleh skor tertentu.
1. Relevansi
Relevansi menilai apakah bukti benar-benar berkaitan dengan unsur inti perkara.
Indikator:
waktu kejadian, lokasi kejadian, pihak yang terlibat, cara terjadinya peristiwa, hubungan sebab-akibat.
Template BRIDGE Relevansi
Jika bukti hanya menunjukkan [fakta umum] tetapi belum menjelaskan [unsur penting perkara], maka relevansinya cenderung rendah (skor 0–2).
Jika bukti secara langsung menunjukkan [hubungan dengan waktu/tempat/pelaku/tindakan], maka relevansinya cenderung tinggi (skor 4–5).
Contoh Template Terisi
Skor rendah (1–2):
Jika CCTV hanya menunjukkan seseorang berada di area parkir gedung,
tetapi tidak menunjukkan kedekatan dengan lokasi kejadian,
maka relevansinya rendah.
Skor sedang (3):
Jika bukti menunjukkan seseorang masuk ke gedung
dalam rentang waktu yang mendekati kejadian,
tetapi tidak memperlihatkan tindakan yang diperiksa,
maka relevansinya cukup.
Skor tinggi (4–5):
Jika rekaman memperlihatkan seseorang
berada di tempat kejadian pada waktu kejadian
dan berkaitan langsung dengan tindakan yang sedang diperiksa,
maka relevansinya tinggi.
2. Kesahihan
Kesahihan menilai apakah bukti dapat dipercaya secara faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.
Indikator:
sumber bukti, keaslian, waktu perolehan, integritas data, cara memperoleh bukti.
Template BRIDGE Kesahihan
Jika sumber bukti [tidak jelas / anonim / tidak dapat diverifikasi], atau jika keasliannya [belum dapat diuji], maka kesahihannya cenderung rendah (skor 0–2).
Jika bukti memiliki [sumber jelas, metadata utuh, integritas terjaga], maka kesahihannya cenderung tinggi (skor 4–5).
Contoh Template Terisi
Skor rendah (1–2):
Jika foto diperoleh dari akun anonim
dan tidak diketahui kapan foto itu dibuat,
maka kesahihannya rendah.
Skor sedang (3):
Jika dokumen memiliki sumber jelas
tetapi keaslian tanda tangan belum diuji,
maka kesahihannya cukup.
Skor tinggi (4–5):
Jika rekaman berasal dari perangkat resmi,
waktu perekaman dapat diverifikasi,
metadata utuh,
dan tidak ada indikasi manipulasi,
maka kesahihannya tinggi.
3. Konsistensi
Konsistensi menilai apakah bukti selaras dengan bukti lain.
Indikator:
kesesuaian dengan keterangan saksi, data waktu, dokumen, data elektronik, barang bukti fisik.
Template BRIDGE Konsistensi
Jika bukti bertentangan dengan [saksi / data waktu / dokumen / bukti lain], maka konsistensinya cenderung rendah (skor 0–2).
Jika bukti selaras dengan beberapa sumber berbeda dan menunjukkan [urutan kejadian yang sama], maka konsistensinya cenderung tinggi (skor 4–5).
Contoh Template Terisi
Skor rendah (1–2):
Jika saksi menyebut kejadian pukul 20.00
tetapi log akses menunjukkan orang tersebut
sudah keluar gedung pukul 19.15,
maka konsistensinya rendah.
Skor sedang (3):
Jika keterangan saksi sesuai dengan CCTV
tetapi belum didukung data elektronik,
maka konsistensinya cukup.
Skor tinggi (4–5):
Jika keterangan saksi, rekaman CCTV,
data komunikasi, dan jejak digital
semuanya menunjukkan urutan kejadian yang sama,
maka konsistensinya tinggi.
Template BRIDGE Universal (Siap Pakai)
Jika bukti hanya menunjukkan [indikasi awal] tetapi belum menjelaskan [unsur inti perkara], maka nilainya cenderung rendah.
Jika bukti dapat diverifikasi pada aspek [sumber, waktu, keaslian, relevansi], maka nilainya cenderung meningkat.
Jika bukti tetap selaras dengan [saksi, dokumen, data elektronik, barang bukti lain], maka nilainya cenderung tinggi.
Inti Penggunaan BRIDGE
BRIDGE membantu penilai menjelaskan mengapa sebuah bukti mendapat skor tertentu, bukan hanya menyebut angka.
Indikator menunjukkan apa yang diperiksa.
BRIDGE menjelaskan bagaimana fakta diterjemahkan.
Skor menunjukkan hasil penilaiannya.
Comments