Skip to main content

FLOW of DATA based on HUMAN-BODY JOURNEY! (Sumber: Perplexity.ai)

Uraian secara konseptual dalam bentuk kerangka teknis mengenai penyerapan, pengolahan data, serta penggunaan kembali yang terjadi berdasarkan pergerakan raga manusia dalam interaksi dengan lingkungan sekitar:


1. Penyerapan Data (Input Sensorik)

Manusia menyerap data dari lingkungan melalui sistem sensorik:

  • Visual (Mata) → menangkap cahaya, bentuk, warna, gerakan.

  • Auditori (Telinga) → menangkap getaran suara, frekuensi.

  • Somatosensori (Kulit, otot, sendi) → merasakan tekanan, suhu, getaran, posisi tubuh (propriosepsi).

  • Olfaktori & Gustatori (Hidung, Lidah) → mencium bau, merasakan rasa.

  • Vestibular (Telinga dalam) → menangkap keseimbangan dan orientasi.

👉 Semua ini adalah data mentah dari lingkungan yang diserap tubuh.


2. Pengolahan Data (Processing & Integration)

Setelah penyerapan, data diolah oleh sistem saraf:

  • Tahap awal (Preprocessing di reseptor & sumsum tulang belakang)
    → Penyaringan data sederhana (misalnya refleks saat menyentuh benda panas).

  • Integrasi sensorik di otak (korteks sensorik, cerebellum, sistem limbik)
    → Menggabungkan informasi dari banyak indera sekaligus.
    → Memberi makna: "objek ini berbahaya", "arah datangnya suara dari kiri", "permukaan ini licin".

  • Pengambilan keputusan (frontal lobe, basal ganglia)
    → Memutuskan reaksi motorik: bergerak, berhenti, menoleh, berbicara, dll.

👉 Tahap ini seperti proses pengolahan data digital: input → filter → integrasi → output keputusan.


3. Penggunaan Kembali (Output Motorik & Feedback Loop)

Hasil pengolahan diwujudkan dalam pergerakan raga:

  • Respon motorik → gerakan otot, perubahan postur, aktivitas tangan, ekspresi wajah.

  • Respon vokal → berbicara, berteriak, bernyanyi.

  • Respon perilaku → menghindar dari bahaya, mendekati sumber suara, mengambil benda.

Namun, tidak berhenti di situ:

  • Gerakan tersebut menjadi data baru untuk indera (contoh: saat berjalan, tubuh merasakan langkah, otak menghitung keseimbangan).

  • Terjadi feedback loop: output → kembali menjadi input → diolah lagi → menghasilkan output baru.


4. Siklus Teknis (Ringkas)

  1. Input sensorik (penyerapan)

  2. Integrasi & pemrosesan (pengolahan data)

  3. Respon motorik & perilaku (penggunaan kembali)

  4. Feedback loop → berputar terus, membentuk interaksi dinamis manusia-lingkungan.


5. Analogi Teknis

  • Seperti sistem komputer:

    • Sensor tubuh = perangkat input (kamera, mikrofon, sensor tekanan)

    • Otak = prosesor + RAM

    • Gerakan tubuh = perangkat output (robotik / aktuator)

    • Lingkungan = jaringan data tempat input-output saling mempengaruhi

Comments

Popular posts from this blog

PART 0.1.0 RAD PROTOTYPE Web-App: Post-Video & Comments [program]

Video List — JP Kanji Ultra Translation CONTROL SECTION — Login (Admin) Username: Password: Login CONTROL SECTION — Admin Panel Enable Comments Disable Comments Logout Activity Log Show Video COMMENTS DISABLED BY ADMIN Leave a Comment: Additional Comment Show Video COMMENTS DISABLED BY ADMIN Leave a Comment: Additional Comment Show Video COMMENTS DISABLED BY ADMIN Leave a Comment: Additional Comment Show Video COMMENTS DISABLED BY ADMIN Leave a Comment: Additional Comment

My Pending and Delayed POSTs SUMMARY [APPs]
MADE by ChatGPT

🔗 My Pending and Delayed POSTs SUMMARY Sort by Date Sort by Auto Title Sort by My Title Ascending Descending (Newest First) Insert URL: Your Own Title (Optional): Status: Pending Done ➕ ADD ENTRY 💾 SAVE EDIT (MAIN FORM) DATE / TIME AUTO TITLE MY TITLE STATUS URL ACTIONS 📝 TO DO LIST SUMMARY Sort by Date Sort by Header Sort by Detail ...

Tablet Holder di Mobil dan Konsep DOUBLE Tablet Holder aka +secondary supporting holder

Gw udah pasang Holder khusus Tablet yg menurut gw sudah pilihan terbaik! Karena memiliki Arm KERAS/RIGID yg dibutuhkan utk menggenggam ERAT Dalam hal menopang Tablet yg lebih berat dr HP biasa Cekidot Lapak (click here!!) Namun .. Setelah gw pasang Bukan tidak bagus Tapi kalau melewati jalan jelek GOYANG (sikit) juga Gan! Akan tetapi .... Gw rasa bisa makin dimaksimalkan KERIGIDAN dengan menambah PENOPANG KEDUA Check it out: Dari searching2 di MarketPlace Gw ketemu yg mirip holder lampu belajar zaman doeloe Dan .. namun .. tiba2 gw menemukan Ide (lanjutan) Mekanisme yg bisa diReApplied kalau suatu saat diperlukan di Kreasi Agan2 lain  Gunakan Kombo 2 Perangkat berikut apabila membutuhkan holdingan tablet tambahan yg memiliki  "hold area"  yg lebih sempit karena holder kedua "takutnya/dirasa" tidak akan muat utk menggenggam Tablet sebagai penopang kedua, sebagai akibat holder pertama/utama sudah "cukup banyak" memakan tempat Perangkat Pertama (kon...