Indoor Building Fishery
Indoor Building Fishery biasanya merujuk pada konsep budidaya ikan di dalam ruangan (indoor aquaculture), yang memanfaatkan teknologi untuk memelihara ikan atau organisme air di dalam fasilitas tertutup seperti gedung, gudang, atau bangunan khusus.
🔹 Konsep Utama:
- Lingkungan Terkendali → suhu air, pencahayaan, pH, oksigen, dan kualitas air bisa dikontrol secara presisi.
- Sistem Resirkulasi (RAS) → air digunakan kembali setelah difilter, hemat air hingga 90%.
- Lokasi Fleksibel → bisa dibangun di perkotaan, dekat pasar konsumsi, tanpa tergantung lahan luas.
- Produksi Berkelanjutan → tidak tergantung musim, panen bisa sepanjang tahun.
🔹 Kelebihan:
- Hemat lahan (cocok di kota).
- Kualitas ikan lebih konsisten (karena kontrol lingkungan).
- Potensi biosecurity lebih tinggi (minim penyakit dari luar).
- Efisiensi air dan pakan lebih baik dibanding kolam konvensional.
🔹 Tantangan:
- Biaya awal tinggi (bangunan, sistem filtrasi, sensor, aerasi).
- Butuh monitoring dan maintenance ketat.
- Risiko kegagalan listrik/mesin bisa fatal.
🔹 Contoh Ikan yang Cocok:
- Ikan nila, lele, gurame, patin.
- Ikan bernilai tinggi: kakap, kerapu, barramundi.
- Juga bisa untuk udang atau bahkan lobster air tawar.
🔹 Potensi Pengembangan:
- Digabung dengan indoor farming → konsep aquaponics.
- Bisa jadi model urban farming → produksi ikan langsung dekat konsumen.
Comments