- Get link
- X
- Other Apps
AUDIT PROCEDURE
Biaya Keamanan (Security Expenses)
Perusahaan Terbuka / Listing di BEI
Berikut saya buatkan Audit Procedure lengkap, profesional, dan siap dijadikan Audit Program / Kertas Kerja (Working Paper) untuk Audit Biaya Keamanan (Security Expenses) pada Perusahaan Terbuka (PT Tbk) yang terdaftar di BEI.
Format ini sesuai praktik audit Big-4 dan KAP yang mengaudit Emiten.
1. Tujuan Audit (Audit Objective)
Audit atas biaya keamanan bertujuan untuk memastikan bahwa:
- Biaya keamanan benar terjadi (existence/occurrence).
- Biaya dicatat lengkap dan tidak ada transaksi yang terlewat (completeness).
- Perusahaan memiliki pengendalian internal yang memadai atas pengeluaran keamanan.
- Biaya dicatat pada periode yang benar (cut-off / accuracy).
- Biaya didukung oleh bukti yang sah dan sesuai kebijakan perusahaan.
- Tidak ada fraud (mark-up, vendor fiktif, double billing).
- Klasifikasi biaya sudah tepat (security vs general admin).
- Penyajian dan pengungkapan di laporan keuangan sesuai PSAK dan regulasi OJK.
2. Lingkup Audit (Scope)
Jenis biaya keamanan yang diuji meliputi:
- Outsourcing security services (jasa satpam / Security Guard)
- Gaji security internal
- Uniform / seragam satpam
- Peralatan keamanan (CCTV maintenance, security tools)
- Konsumsi, lembur, tunjangan security
- Biaya pelatihan security
- Biaya vendor keamanan (manpower, pos jaga, patroli)
- Biaya emergency / security system
- Kontrak outsourcing (jika menggunakan vendor eksternal)
3. Risiko Utama (Key Audit Risks)
3.1 Risiko Salah Saji (Misstatement Risks)
- Vendor security fiktif atau tidak perform.
- Tagihan jasa security overstated / mark-up.
- Ketidaksesuaian jumlah personel security yang ditagih vs yang hadir.
- Pembayaran ganda (double payment).
- Pengalokasian biaya salah periode (cut-off error).
- Biaya diklasifikasikan salah (ke property, maintenance, atau capex).
- Praktik fraud, seperti:
- Collusion antara security manager & vendor
- Invoice tidak sah
- Pemalsuan timesheet security
3.2 Risiko Kepatuhan (Compliance Risk)
- Ketidaksesuaian dengan SPO perusahaan.
- Kontrak tidak mengikuti regulasi ketenagakerjaan atau peraturan internal.
4. Prosedur Audit – Tahap Perencanaan (Planning)
-
Memahami proses bisnis keamanan perusahaan, termasuk:
- Struktur security
- Apakah memakai vendor outsourcing
- Area risiko tinggi (pabrik, gudang, kantor pusat)
- Mengidentifikasi internal control atas pembayaran vendor security.
-
Mengumpulkan dokumen:
- Kontrak vendor
- Daftar pos jaga
- Jumlah personel security
- SLA (Service Level Agreement)
- Tarif jasa / rate card
-
Melakukan analisis awal (analytical review):
- Tren biaya keamanan 3–5 tahun
- Biaya keamanan dibanding luas area / jumlah pos
- Biaya security per shift / per tenaga kerja
5. Prosedur Audit – Pengujian Pengendalian (Test of Controls)
Jika auditor menilai ingin mengandalkan pengendalian internal.
Pengendalian yang diuji:
- Otorisasi kontrak vendor security (disetujui Direksi / Procurement).
- Verifikasi kehadiran security oleh bagian security / GA.
- Pencocokan invoice dengan DO / attendance list.
- Approval pembayaran sesuai matriks wewenang.
- Rekonsiliasi jumlah personel security vs kontrak.
-
Kontrol anti fraud, seperti:
- Blacklist vendor
- Dual approval
- Vendor rotation policy
Prosedur:
- Walkthrough proses pembayaran vendor security.
- Inspeksi dokumen pendukung (sampling).
- Inquiry & observation dengan kepala security.
- Re-performance: auditor mencocokkan invoice → timesheet → kontrak.
Jika kontrol tidak efektif, auditor harus meningkatkan substantive testing.
6. Prosedur Audit – Pengujian Substantif (Substantive Procedures)
6.1 Pengujian Rincian (Test of Details)
A. Pemeriksaan Kontrak Vendor
- Cocokkan tarif per personel vs invoice.
- Pastikan masa kontrak aktif & ditandatangani pejabat berwenang.
- Cek SLA: jumlah security per shift, pos jaga, jam kerja.
B. Verifikasi Jumlah Security yang Ditagih
Untuk setiap invoice yang diuji:
Bandingkan jumlah personel pada invoice dengan:
- Daftar pos jaga
- Data finger print / attendance
- Laporan shift security
Pastikan tidak ada ghost workers (security fiktif).
C. Validasi Invoice
Periksa apakah:
- Invoice asli & bernomor unik
- Sesuai periode yang ditagih
- Tidak diduplikasi
- Didukung timesheet & absensi
D. Pemeriksaan Pembayaran
- Cocokkan invoice → voucher → bukti pembayaran → bank statement.
- Verifikasi nomor rekening vendor sesuai kontrak.
E. Cut-Off Testing
- Invoice Desember harus hanya untuk jam kerja Desember.
- Cek apakah invoice Januari tidak diakui di periode Desember.
F. Pengujian Keberadaan (Existence)
- Kunjungan ke lokasi untuk memastikan security memang ada.
- Wawancara dengan Kepala Pos Security.
G. Rekonsiliasi dengan Peralatan Keamanan
Jika ada biaya:
- CCTV service
- Maintenance perangkat keamanan
- Alarm system
→ Periksa apakah biaya tersebut tidak seharusnya dikapitalisasi (PSAK 16).
7. Analytical Procedures (Wajib di Audit Emiten)
Contoh analisis:
- Bandingkan biaya keamanan / m² kantor vs tahun lalu.
- Bandingkan biaya keamanan / jumlah pos jaga.
- Bandingkan biaya security / omzet vs perusahaan sejenis.
- Analisis lonjakan tidak wajar (≥20–25%).
Jika deviasi signifikan → lakukan investigasi.
8. Dokumentasi yang Harus Ditanya ke Klien
- Kontrak vendor security (lengkap dengan addendum).
- SLA dan jadwal personel.
- Absensi harian security.
- Laporan shift & insiden keamanan.
- Approval internal (Procurement / GA / Finance).
- Invoice dan bukti pembayaran.
- Rekap biaya keamanan per bulan.
9. Indikasi Fraud yang Harus Diwaspadai
- Vendor security hanya 1 orang kontak / tidak punya kantor.
- Tagihan personel lebih banyak dari jumlah keamanan di lokasi.
- Biaya jauh lebih tinggi dari benchmarking industri.
- Pembayaran cepat tanpa bukti kehadiran.
- Konflik kepentingan (hubungan keluarga dengan manajemen).
- Timesheet manual, mudah dipalsukan.
10. Kesimpulan Audit & Working Paper
Auditor harus menyimpulkan:
- Apakah biaya keamanan beban wajar & diperlukan.
- Apakah pengakuan, klasifikasi, dan penyajian sudah benar.
- Apakah ada risiko salah saji material.
- Apakah ada temuan signifikan yang perlu dilaporkan ke Audit Committee.
Working paper harus memuat:
- Sampling & hasil pengujian
- Rekonsiliasi invoice vs kontrak
- Analytical review
- Temuan dan rekomendasi
- Kesimpulan akhir
11. Diagram Untuk Penjelasan (Mermaid JS)
Dapat Anda gunakan pada blog Anda.
flowchart TD
A[Mulai Audit Biaya Keamanan] --> B[Perencanaan & Pemahaman Proses]
B --> C[Analisis Risiko & Internal Control]
C --> D{Kontrol Efektif?}
D -->|Ya| E[Test of Controls]
D -->|Tidak| F[Substantive Testing Diperluas]
E --> G[Verifikasi Kontrak & SLA]
F --> G
G --> H[Pengujian Invoice & Absensi Security]
H --> I[Cut-off & Pembayaran]
I --> J[Analytical Review]
J --> K[Evaluasi Fraud Indicators]
K --> L[Kesimpulan & Dokumentasi Audit]
L --> M[Selesai]
12. Ringkasan Audit Program
Berikut ringkasan cepat dalam format tabel yang rapi dan kompatibel dengan Blogger:
Siap dipakai untuk:
- Posting Blogger / Blogspot
- Kertas kerja audit internal
- Draft Audit Program
- Dokumentasi pemeriksaan biaya operasional
Comments