%
| Aspek | 2KD-FTV (2.5L) | 2GD-FTV (2.4L) |
|---|---|---|
| Generasi Mesin | KD Series (Legacy) | GD Series (Modern) |
| Tahun Produksi | ±2001 – 2015 | ±2015 – Sekarang |
| Kapasitas Mesin | 2,494 cc | 2,393 cc |
| Bore × Stroke | 92.0 × 93.8 mm | 92.0 × 90.0 mm |
| Sistem Turbo | Turbocharger + Intercooler | Variable Nozzle Turbo (VNT) |
| Tenaga Maksimum | ±102 – 107 PS | ±149 – 150 PS |
| Torsi Maksimum | ±260 – 343 Nm | ±400 Nm |
| Karakter Torsi | Optimal di Mid RPM | Sangat Kuat di Low-Mid |
| Standar Emisi | Euro 3 – 4 | Euro 4 – 5 |
| Konsumsi BBM | Irit Konvensional | Lebih Efisien & Termal Tinggi |
| Jarak / Akselerasi | 2KD-FTV Turbo | 2GD-FTV Turbo | Catatan |
|---|---|---|---|
| 0 – 60 km/jam | ±7.5 – 8.5 dtk | ±5.5 – 6.3 dtk | Respon VNT lebih instan |
| 0 – 100 km/jam | ±14 – 16 dtk | ±10 – 11.5 dtk | Gap performa sangat jauh |
| 40 – 80 km/jam | ±6 – 7 dtk | ±4 – 4.5 dtk | Efektif untuk menyalip |
| Drag 201 meter | ±11.5 – 12.5 dtk | ±9.5 – 10.5 dtk | Unggul di torsi bawah |
| Drag 402 meter | ±19 – 21 dtk | ±16 – 17.5 dtk | Total power output |
Penjelasan Teknis (Fokus Sistem Turbo)
2KD-FTV (Turbo)
Sistem turbo pada mesin 2KD berperan sebagai penambah performa, bukan sebagai fondasi utama desain mesin. Tekanan boost umumnya mulai terasa pada putaran mesin menengah, sehingga respons awal akselerasi bersifat lebih bertahap.
Pada varian awal, turbo lag masih cukup terasa, terutama saat kendaraan bergerak dari kondisi diam atau pada kecepatan rendah. Varian akhir yang sudah menggunakan tipe Variable Nozzle Turbo (VNT) mengalami peningkatan respons, namun tetap dibatasi oleh:
- rasio kompresi mesin yang relatif lebih tinggi
- sistem kontrol turbo generasi lama
Secara teknis, karakter mesin 2KD turbo lebih cocok untuk beban kerja stabil dan penggunaan kecepatan konstan, dibandingkan akselerasi agresif atau respons instan.
2GD-FTV (Turbo)
Mesin 2GD dirancang sejak awal dengan sistem turbo sebagai inti performa mesin, bukan sekadar perangkat tambahan. Penggunaan Variable Nozzle Turbo (VNT) memungkinkan sudu turbo menyesuaikan aliran gas buang sesuai putaran mesin.
Secara teknis, sistem ini menghasilkan:
- tekanan boost yang terbentuk lebih cepat di putaran rendah
- respons gas yang lebih instan
- kurva torsi yang lebih lebar dan stabil
Rasio kompresi yang lebih rendah pada mesin 2GD membuat mesin lebih aman menerima tekanan boost tinggi, lebih stabil pada beban berat, serta mampu menghasilkan torsi besar sejak putaran mesin rendah.
Ringkasan Teknis
- 2KD Turbo → turbo berfungsi sebagai assist penambah tenaga
- 2GD Turbo → turbo berfungsi sebagai core system pembentuk karakter mesin
Dari sudut pandang rekayasa, mesin 2GD lebih unggul dalam manajemen tekanan boost, efisiensi pembakaran, serta pemanfaatan torsi pada putaran mesin rendah.
Comments