- Get link
- X
- Other Apps
AI ASSISTANT
The Smallness and Limits of Evil Power in the Bible / Kecilnya dan Terbatasnya Kuasa Orang Fasik dalam Alkitab
| English | Bahasa Indonesia |
|---|---|
| The core theme of the Bible regarding this matter is that the power of evil people may appear great in the world, but in reality it is temporary and limited. No power exists outside God's control, because God remains sovereign over all things. Even evil powers cannot act beyond the limits permitted by Him, and in the end evil will not obtain the final victory. | Inti tema Alkitab tentang hal ini adalah bahwa kekuasaan orang jahat mungkin tampak besar di dunia, tetapi sesungguhnya bersifat sementara dan terbatas. Tidak ada kuasa yang berada di luar kendali Tuhan, sebab Tuhan tetap berdaulat atas segala sesuatu. Bahkan kuasa jahat tidak dapat bertindak melampaui batas yang diizinkan-Nya, dan pada akhirnya kejahatan tidak akan memperoleh kemenangan terakhir. |
| In the Book of Job 1:12, Satan could only act to the extent permitted by God, showing that evil power is not absolute power. | Dalam Kitab Ayub 1:12, Iblis hanya dapat bertindak sejauh yang diizinkan oleh Tuhan, menunjukkan bahwa kuasa jahat bukanlah kuasa yang mutlak. |
| The greater theme is this: the power of the wicked may appear strong to humans, but before God it is only temporary, limited, and will ultimately pass away. | Tema besarnya adalah: kuasa orang fasik terlihat kuat bagi manusia, tetapi di hadapan Tuhan hanyalah sementara, terbatas, dan akhirnya akan berlalu. |
| Several passages in the Bible also describe that the wicked eventually become powerless, fearful, or realize how small their own power truly is. | Beberapa bagian Alkitab juga menggambarkan bahwa orang fasik pada akhirnya menjadi tidak berdaya, takut, atau menyadari kecilnya kuasa mereka sendiri. |
|
Psalm 2:1–5 Nations and rulers rebel against God, but God “laughs” at them, showing how small and futile their rebellion is before Him. |
Mazmur 2:1–5 Bangsa-bangsa dan para penguasa melawan Tuhan, tetapi Tuhan “tertawa” atas mereka, menunjukkan betapa kecil dan sia-sianya pemberontakan mereka di hadapan-Nya. |
|
Psalm 37:12–13 “The wicked plot against the righteous ... but the Lord laughs at them, for He knows their day is coming.” |
Mazmur 37:12–13 “Orang fasik merencanakan yang jahat terhadap orang benar ... Tuhan menertawakan dia, sebab Ia melihat bahwa harinya akan tiba.” |
|
Job 20:5 “The triumph of the wicked is brief.” |
Ayub 20:5 “Sorak-sorai orang fasik hanya sebentar.” |
|
Isaiah 41:11–12 “All who rage against you will surely be ashamed and disgraced; they will be as nothing.” |
Yesaya 41:11–12 “Semua orang yang marah terhadap engkau akan mendapat malu dan noda; mereka akan menjadi seperti tidak ada.” |
|
Revelation 6:15–17 Kings and powerful people hide in fear before the wrath of God, showing the collapse of their power. |
Wahyu 6:15–17 Raja-raja dan orang-orang besar bersembunyi karena takut menghadapi murka Tuhan, menunjukkan runtuhnya kekuasaan mereka. |
|
Luke 10:18 Jesus said: “I saw Satan fall like lightning from heaven.” |
Lukas 10:18 Yesus Kristus berkata: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.” |
| These verses illustrate that the strength of the wicked ultimately cannot endure before the power of God. What appears great in human eyes can become small, fragile, and meaningless before Him. | Ayat-ayat ini menggambarkan bahwa kekuatan orang fasik pada akhirnya tidak sanggup bertahan di hadapan kuasa Tuhan. Apa yang tampak besar di mata manusia dapat menjadi kecil, rapuh, dan tidak berarti di hadapan-Nya. |
| English | Bahasa Indonesia |
|---|---|
|
The Smallness and Limits of Evil Power in the Bible The Bible teaches that the power of the wicked may appear great in the world, but it is actually temporary and limited. Evil does not have absolute power, because everything is under God's sovereignty. |
Kecilnya dan Terbatasnya Kuasa Orang Fasik dalam Alkitab Alkitab mengajarkan bahwa kuasa orang fasik mungkin tampak besar di dunia, tetapi sebenarnya bersifat sementara dan terbatas. Kejahatan tidak memiliki kuasa mutlak, karena segala sesuatu berada di bawah kedaulatan Tuhan. |
| In the Book of Job 1:12, Satan can only act within the limits allowed by God, showing that evil power is not absolute. | Dalam Kitab Ayub 1:12, Iblis hanya dapat bertindak sejauh yang diizinkan oleh Tuhan, menunjukkan bahwa kuasa jahat bukanlah kuasa yang mutlak. |
| In Revelation 6:15–17, kings and great people hide in fear before the wrath of God, showing the collapse of human power. | Wahyu 6:15–17 menggambarkan raja-raja dan orang-orang besar bersembunyi karena takut menghadapi murka Tuhan, menunjukkan runtuhnya kekuasaan manusia. |
| Psalm 37:10 says that the wicked will soon disappear, showing that their power is temporary. | Mazmur 37:10 menyatakan bahwa orang fasik akan segera lenyap, menunjukkan bahwa kekuasaan mereka hanya sementara. |
| The Bible repeatedly emphasizes that evil power is limited and cannot stand against God's eternal authority. | Alkitab berulang kali menegaskan bahwa kuasa jahat terbatas dan tidak dapat bertahan melawan otoritas Tuhan yang kekal. |
| Ultimately, all wicked power will pass away, while God's sovereignty remains forever. | Pada akhirnya, seluruh kuasa orang fasik akan berlalu, sementara kedaulatan Tuhan tetap untuk selama-lamanya. |
Comments