RAW FILEs (MULTI-STEP) *Click here
FINISHED FILEs (ALL) *CLICK HERE
SUMMARY
Pneumatic Udara dan Pneumatic Elektrik (KOMPARASI)
📌 GAYA (Force)
Gaya adalah hasil kali antara tekanan P dan luas penampang A, dengan hubungan:
📌 TORSI (Torque)
Torsi diperoleh dari gaya yang bekerja pada lengan momen, dengan hubungan:
di mana r adalah jari-jari atau lengan momen.
📌 DAYA (Power)
Daya rotasi bergantung pada torsi dan kecepatan sudut, dengan hubungan:
di mana ω adalah kecepatan sudut.
Simbol
- P = Tekanan (Pressure)
- A = Luas penampang (Area)
- r = Jari-jari / Lengan momen
- ω = Kecepatan sudut (Omega)
- F = Gaya (Force)
- τ = Torsi (Tau)
1. Prinsip Dasar dan Output
Aktuator Pneumatic (Udara):
- Prinsip: Menggunakan compressed air (udara bertekanan) untuk menghasilkan gaya linear.
- Input Utama: Tekanan (pressure dalam psi, bar, Pa).
- Perhitungan Output Utama: Gaya (Force) = Tekanan (Pressure) × Luas Piston (Piston Area). Gaya linear ini kemudian dikonversi menjadi torsi (gaya putar) menggunakan lengan: Torsi (Torque) = Gaya (Force) × Radius (Radius).
- Hubungan Kunci: Torsi berbanding lurus dengan Tekanan (P), kuadrat dari Diameter Piston (D²), dan Radius Lengan (r).
Aktuator Listrik (Electric):
- Prinsip: Menggunakan elektromagnetisme untuk menghasilkan torsi secara langsung.
- Input Utama: Tegangan (Voltage/V) dan Arus (Current/A).
- Output Utama: Torsi (Nm, lb·in) dan Daya (Power dalam Watt, HP).
- Hubungan Kunci: Daya (Power) = Torsi (Torque) × Kecepatan Sudut (Angular Velocity).
2. Dasar Perbandingan: Output Mekanik
Karena kedua sistem menggunakan prinsip fisika yang berbeda (fluida vs. listrik), perbandingan yang valid harus didasarkan pada output mekanik akhirnya:
- Gaya (Force dalam N, lbf)
- Torsi (Torque dalam Nm, in·lbf)
- Daya (Power dalam Watt) - Ini diidentifikasi sebagai ukuran paling objektif untuk kesetaraan fungsional.
3. Perbedaan Kunci dalam Karakteristik Kinerja
| Aspek | Aktuator Pneumatic (Udara) | Aktuator Listrik (Electric) |
|---|---|---|
| Torsi (Torque) | Torsi puncak (peak torque) teoritis tinggi, tetapi impulsif dan tidak konstan. Berfluktuasi dengan tekanan dan beban. | Lebih rendah tetapi stabil dan kontinu. Torsi yang terukur dapat diandalkan. |
| Kecepatan (Angular Velocity) | Tidak konstan. Kecepatan bervariasi tergantung tekanan udara, aliran, dan beban. | Stabil dan dapat dikendalikan secara presisi (diukur dalam RPM). Dapat dijaga konstan. |
| Efisiensi (Efficiency) | Rendah (40-60%). Ada kehilangan energi signifikan akibat gesekan, kebocoran, dan kompresi udara. | Tinggi (80-90%). Sebagian besar input listrik dikonversi menjadi output mekanik. |
| Perhitungan Daya (Power) | Sulit dihitung secara tepat secara real-time karena kecepatan dan torsi yang tidak konstan. | Mudah dan akurat untuk dihitung menggunakan Daya = Torsi × Kecepatan Sudut. |
| Kontrol & Umpan Balik (Feedback) | Umumnya kurang presisi (sering open-loop). | Kontrol presisi tinggi (closed-loop) menggunakan sensor seperti encoder dan resolver. |
4. Konsep Kesetaraan Fungsional
Dokumen menjelaskan konsep kritis: sebuah aktuator pneumatic dengan torsi teoritis tinggi dapat setara secara fungsional dengan aktuator listrik yang memiliki setengah torsinya.
- Contoh Pneumatic: Sistem dengan tekanan 100 psi, piston 2", dan radius lengan 2" memiliki torsi puncak teoritis ~71 Nm.
- Contoh Listrik: Sebuah aktuator dengan torsi kontinu 35.5 Nm pada 30 RPM menghasilkan ~110 W daya mekanik.
Mengapa mereka dianggap setara?
Torsi teoritis tinggi pada sistem pneumatic (71 Nm) adalah nilai puncak yang tidak bertahan. Setelah memperhitungkan kerugian sistem (efisiensi rendah 40-60%), torsi efektif rata-ratanya hanya sekitar ~35 Nm. Ketika torsi efektif ini digabungkan dengan kecepatan rata-ratanya, output daya mekanik yang dihasilkan juga sekitar ~100-110 W.
Oleh karena itu, meskipun nilai torsinya berbeda, kedua sistem memberikan jumlah kerja mekanik per satuan waktu (Daya) yang serupa, sehingga membuatnya setara secara fungsional untuk banyak aplikasi.
5. Pemilihan Praktis dan Datasheet
Tips untuk Memilih:
- Pneumatic (Udara): Prioritaskan untuk aplikasi yang membutuhkan gaya/kecepatan tinggi, operasi sederhana, dan di mana kontrol kecepatan serta posisi yang presisi tidak terlalu kritis. Periksa diameter bore, panjang stroke, rentang tekanan, dan opsi pemasangan (mounting).
- Listrik (Electric): Pilih untuk aplikasi yang membutuhkan presisi tinggi, stabilitas, kemampuan kontrol yang baik, profil gerak kompleks, dan efisiensi tinggi. Periksa gaya dorong (thrust/force), kecepatan, duty cycle, akurasi, dan sistem umpan balik (misalnya encoder).
Menggunakan Datasheet:
- Dokumen memberikan contoh ekstensif spesifikasi produk nyata dari merek seperti SMC, Festo, dan Parker.
- Untuk membuat perbandingan yang adil, dapatkan datasheet lengkap dari distributor dan bandingkan parameter kunci seperti stroke, gaya (force/thrust), kecepatan, duty cycle, dan peringkat lingkungan (IP rating) dengan kebutuhan aplikasi Anda.
Comments