"Noticed but Exception" atau "No Big Deal" dalam konteks perilaku mengacu pada kecenderungan seseorang atau kelompok untuk mengakui keberadaan suatu perilaku sebagai sesuatu yang berbeda atau menyimpang, namun menganggapnya bukan masalah besar atau hal yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Sikap ini biasa muncul ketika perilaku tersebut dianggap minor, tidak berbahaya, atau dapat diterima dalam konteks tertentu sehingga tidak perlu diangkat sebagai isu utama.
Definisi dan Konsep
Konsep "Noticed but Exception" menandakan adanya pengamatan terhadap perilaku yang tidak biasa, tapi dengan sikap santai atau minim reaksi, seolah-olah menyatakan "itu hanya pengecualian, bukan aturan umum." Ini sering terjadi karena perilaku itu masih dianggap dalam batas toleransi sosial, atau karena pelaku dan lingkungan menganggapnya bukan masalah yang signifikan. Sikap ini sejalan dengan prinsip mengelola ekspektasi dan batasan dalam relasi sosial agar tidak berlebihan dalam menanggapi hal-hal kecil[1].
Implikasi dalam Perilaku Sosial
Sikap "No Big Deal" dapat membuat seseorang lebih fleksibel dan tidak cepat menghakimi, sehingga hubungan sosial bisa berjalan lebih lancar tanpa terlalu banyak gesekan. Namun, jika diterapkan berlebihan tanpa evaluasi, bisa menyebabkan masalah tidak ditangani hingga menjadi lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada dan menilai apakah suatu pengecualian perlu diatasi atau memang bisa dibiarkan sebagai hal biasa[1].
Aplikasi dalam Keseharian dan Manajemen Perilaku
Dalam pengelolaan perilaku terutama di lingkungan kerja atau kehidupan sehari-hari, memahami kapan sebuah tingkah laku harus dianggap "No Big Deal" dan kapan harus menjadi perhatian utama sangat penting. Misalnya, kesalahan kecil atau ketidaksempurnaan dalam rutinitas terkadang dapat dianggap pengecualian yang tidak perlu dibesar-besarkan agar tidak mengganggu dinamika kelompok atau usaha. Namun tetap harus ada komunikasi yang terbuka untuk menghindari akumulasi masalah[1].
KESIMPULAN
"Noticed but Exception" sebagai sikap perilaku mengajarkan pentingnya keseimbangan antara mengenali keberbedaan dan ketidakwajaran perilaku dengan tidak membuatnya menjadi isu besar yang mengganggu stabilitas hubungan atau situasi. Dengan pemahaman ini, individu maupun kelompok dapat lebih bijak menyikapi perilaku yang muncul dalam interaksi sosial mereka[1].
Penjelasan ini memberikan gambaran tentang bagaimana perilaku yang berbeda atau menyimpang bisa dianggap ada tapi tidak perlu terlalu direspon berlebihan, melainkan dikelola dengan tepat agar tidak menimbulkan masalah lebih besar.
Citations:
[1] Are You Still Trying To Be The Exception To The Rule? Maybe ... https://baggagereclaim.co.uk/are-you-still-trying-to-be-the-exception-to-the-rule-maybe-its-time-you-know-the-rule/
[2] Webinar Penerapan Behaviour Based Safety Di Era Digitalisasi https://www.youtube.com/watch?v=vrfOa1H6NJM
[3] What is Behaviour of Concern? Ten examples & causes https://behaviourhelp.com/behaviour-blog/challenging-behaviour/what-is-behaviour-of-concern-ten-examples-and-common-causes
[4] Focus on “Microhabits” to Change Your Behavior https://bbs.binus.ac.id/management/2020/03/focus-on-microhabits-to-change-your-behavior/
[5] Fundamental attribution error https://en.wikipedia.org/wiki/Fundamental_attribution_error
[6] IMAGZ Vol.10 Edisi 1 | PDF - Scribd https://id.scribd.com/document/747533286/IMAGZ-Vol-10-Edisi-1
[7] Signs and Causes of Attention-Seeking Behavior https://health.clevelandclinic.org/attention-seeking-behavior
[8] Beranda https://buletin.k-pin.org/index.php/home?start=24
[9] Rejection, Exclusion, Teasing—What to do When Friends ... https://www.janetlansbury.com/2025/08/rejection-exclusion-teasing-what-to-do-when-friends-arent-kind/
[10] Nyoman Pritha S Jurnal | PDF https://www.scribd.com/document/676607638/154222507-Nyoman-Pritha-S-jurnal
Comments