Perbandingan ukuran website Flash-based vs website berbasis teknologi konvensional/terupdate (HTML5, CSS3, JavaScript modern, dsb.)
1. Website Flash-Based (lama)
🔹 Ciri utama
Dibuat dengan Adobe Flash (*.swf).
Konten berupa animasi, grafis vektor, interaktif penuh.
Semua elemen (teks, gambar, animasi, script) sering dikemas dalam 1 file besar.
🔹 Ukuran file/page load
Biasanya cukup besar (500KB – >5MB per halaman), karena semua konten grafis, audio, dan animasi harus dimuat sekaligus.
Tidak ada lazy loading bawaan → pengguna harus menunggu seluruh file .swf selesai diunduh.
Skalabilitas rendah → semakin banyak animasi/grafik = ukuran membengkak cepat.
🔹 Efisiensi
Kurang efisien: tidak ada optimisasi seperti minification, responsive image loading, atau content delivery network (CDN) yang umum di teknologi modern.
Berat di CPU & RAM karena Flash Player harus menjalankan script internal.
2. Website Konvensional/Modern (HTML5, CSS3, JS, Framework terkini)
🔹 Ciri utama
Berbasis HTML5 + CSS3 + JavaScript ES6+.
Framework modern: React, Vue, Angular, Svelte, Next.js, dsb.
Mendukung media (video, audio, animasi) langsung lewat tag <video>, <audio>, <canvas>, WebGL → tidak butuh plugin.
🔹 Ukuran file/page load
Lebih ringan & modular:
HTML awal: ± 30KB – 200KB.
CSS/JS tambahan: 100KB – 500KB (tergantung framework).
Media (gambar/video) bisa di-lazy load.
Dengan optimisasi modern (gzip, Brotli, WebP/AVIF, CDN), total load bisa <1MB untuk homepage standar.
Website besar/kompleks (SPA, dashboard) bisa 2–5MB, tapi masih terpecah (chunk-based loading), jadi tidak sekaligus.
🔹 Efisiensi
Lebih efisien:
Lazy loading: hanya konten yang terlihat di layar yang dimuat dulu.
Code splitting: hanya script yang diperlukan dimuat.
Compression & caching: memperkecil ukuran.
Gambar pakai format modern (WebP/AVIF) → ukuran 30–60% lebih kecil dari JPG/PNG.
| Aspek | Flash-Based (lama) | Modern Web (HTML5, CSS3, JS) |
|---|---|---|
| Ukuran file | Rata-rata 1–5 MB per halaman | 500KB – 2MB (dengan optimisasi bisa <1MB) |
| Load | Sekaligus (lama & berat) | Modular, bisa lazy load |
| Kompatibilitas | Butuh Flash Player (sudah mati) | Native di browser modern |
| Animasi/ Interaktif |
Kompleks tapi boros resource | WebGL, CSS animation, Canvas, SVG lebih ringan |
| Optimisasi | Hampir tidak ada | Banyak teknik (gzip, Brotli, CDN, WebP) |
📌 Kesimpulan:
Website Flash-based jauh lebih berat karena semua konten dikemas dalam file tunggal besar, sulit dioptimalkan.
Website modern berbasis HTML5/JS lebih modular, ringan, cepat dimuat, responsif, dan ukurannya jauh lebih kecil untuk konten sebanding.
Karena alasan efisiensi & kompatibilitas, Flash sudah ditinggalkan (Adobe resmi menghentikan Flash di 2020).
📊 Tabel Komparasi Ukuran Website Flash vs Modern
| Komponen Website | Flash-Based (SWF) | Modern (HTML5, CSS3, JS) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| File utama (layout + UI) | 1.500 KB (1,5 MB) | 80 KB (HTML) + 150 KB (CSS) + 250 KB (JS) = 480 KB | Flash menggabungkan semua dalam 1 file SWF besar, modern terpisah & modular |
| Animasi Banner | 800 KB | 120 KB (CSS anim + JS) | HTML5 animasi lebih ringan, vektor lebih efisien |
| Gambar Produk (10 items) | 3.000 KB (JPEG biasa, embed dalam SWF) | 1.200 KB (WebP/AVIF, lazy load) | Modern pakai format gambar hemat ukuran & loading bertahap |
| Audio/Video Promo | 2.000 KB (embed dalam SWF) | 900 KB (HTML5 video tag + MP4/WebM terkompresi) | Flash tidak fleksibel dalam optimisasi media |
| Total Ukuran | ±7.300 KB (7,3 MB) | ±2.580 KB (2,6 MB) → bisa <1,5 MB dengan kompresi tambahan | Website modern rata-rata 3x lebih ringan |
🔑 Ringkasan
- Flash: Semua konten dikemas jadi satu → ukuran membengkak, optimisasi sulit.
- HTML5 modern: Modular, bisa dipisah & dioptimalkan → ukuran lebih kecil, loading lebih cepat.
- Efek nyata: Website Flash butuh waktu 5–10 detik untuk dimuat penuh pada koneksi biasa, sedangkan HTML5 modern hanya 1–3 detik dengan optimisasi.
Comments